Jumat, 06 Januari 2012

Sifat salbiyah

Qidam artinya dahulu. Maksudnya bahwa Allah itu terdahulu dan tidak didahulukan oleh sesuatu apapun.

Jangkauan akal manusia terbatas. Manusia tidak dapat mengetahui dengan pasti kapan alam semesta ini diciptakan. Dari bahan apa dan bagaimana proses penciptaannya. Yang pasti bahwa alam semesta ini ada yang menciptakannya dan yang menciptakannya itu sudah ada sebelum alam ini ada.dialah Allah Dzat yang ada permulaannya.

Jika Allah ada permulaannya, berarti ada yang menciptakannya. Jika Allah ada yang menciptakan, berarti Allah itu hudus (baru), sama dengan makhluk lainnya. Hal ini tidak mungkin. Firman Allah dalam surat Al-Hadiidayat 3:

uqèd ãA¨rF{$# ãÅzFy$#ur


Artinya:

“ Dialah yang Awal dan yang akhir yang”.

Baqa’ artinya kekal. Jika diperhatikan, makhluk semuanya berproses menuju kepada kehancuran atau kebinasaan. Misalnya, tumbuh-tumbuhan dari sebuah biji, tumbuh pohon kecil, kemudian menjadi besar dan tua, akhirnya mati, lapuk dan hilang menyatu dengan tanah. Begitu pula dengan manusia, dari janin dalam kandungan, dilahirkan menjadi bayi, anak-anak, remaja, dewasa, tua dan pada waktunya akan meninggal. Hal yang demikian itu merupakan sunnatullah atau hukum alam.

Jadi semua makhluk berubah-ubah, berproses menuju pada kehancuran. Sedangkan Allah sebagai pencipta makhluk bersifat kekal, tidak berubah-ubah. Sebagaimana firman Allah:

‘@ä. >äóÓx« î7Ï9$yd žwÎ) ¼çmygô_ur 4


Artinya:

“Segala sesuatu akan rusak, kecuali Diri Allah sendiri”. (S. Al-Qashash: 88)

Mukhalafatuhu lil khawadits artinya berbeda dengan semua makhluk. Banyak sudah hasil karya yang telah diciptakan oleh manusia. Mulai dari barang-barang yang sederhana sampai kepada barang-barang yang sangat rumit atau canggih.

Misalnya dari alat transportasi yang ditarik oleh kuda, sampai kepada mobil mewah dan pesawat terbang supersonik. Dari perkakas kerja yang sederhana sampai kepada robot yang dapat diprogramkan dan diperintahkan untuk mengerjakan sesuatu. Semua hasil karya manusia itu tidak ada satu pun yang sama dengan pembuatanya, yakni manusia.

Hidup Allah tidak sama dengan hidupnya makhluk yang didahului dari tidak ada, kemudian ada, dan akhirnya binasa. Allah ada tanpa awal dan tanpa akhir. Sifat melihat Allah tidak sama dengan cara melihatnya manusia. Allah melihat tanpa alat dan penglihatan-Nya tanpa batas. Manusia melihat dengan mata. Jika syaraf mata rusak, maka manusia tidak dapat melihat. Demikianlah halnya dengan perbuatan Allah, jika Allah menghendaki sesuatu terjadi, maka terjadilah sesuatu itu. Lain halnya dengan manusia yang mengerjakan sesuatu dengan menggunakan alat dan bahan.

Qiyamuhu binafsihi artinya berdiri sendiri. Maksudnya bahwa Allah tidak membutuhkan bantuan apa pun dan dari siapa pun. Sebagaimana firman Allah dalam surat Al-Fathir ayat 15 sebagai berikut:

* $pkš‰r’¯»tƒ â¨$¨Z9$# ÞOçFRr& âä!#ts)àÿø9$# ’n<Î) «!$# ( ª!$#ur uqèd ÓÍ_tóø9$# ߉‹ÏJysø9$# ÇÊÎÈ


Artinya:

“Hai manusia, kamulah yang berkehendak kepada Allah; dan Allah dialah yang Maha Kaya (Tidak memerlukan sesuatu) lagi Maha Terpuji”.

Makhluk, untuk melangsungkan hidupnya tergantung kepada makhluk-makhluk yang lain. Apalagi manusia, makhluk yang paling banyak ketergantungannya agar dapat hidup layak sebagai manusia. Manusia membutuhkan makanan, minuman, pakaian, tempat tinggal, istirahat atau rekreasi, agama, atau membutuhkan Yang Maha Kuasa.

Wahdaniyah artinya Maha Esa. Tidak mungkin ada dua Tuhan. Sebab jika ada dua Tuhan, bisa dibayangkan apa yang akan terjadi jika Tuhan yang satu dengan Tuhan yang lain berbeda pendapat. Misalnya Tuhan yang satu sudah menciptakan bumi ini bulat, tapi yang lain menginginkan bumi ini segi empat. Tentu akan terjadi malapetaka dahsyat di jagat raya ini.

Allah berfirman :

öqs9 tb%x. !$yJÍkŽÏù îpolÎ;#uä žwÎ) ª!$# $s?y‰|¡xÿs9 4


Artinya:

“Sekiranya ada di langit dan di bumi tuhan-tuhan selain Allah, tentulah keduanya itu Telah rusak binasa.”

Orang yang berakal sehat tentu menerima bahwa Allah itu hanya satu, Maha Esa, baik sifat-sifat-Nya, dzat-Nya, ataupun perbuatan-Nya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar