Jumat, 06 Januari 2012

sifat nafsiyah

Wujud artinya ada. Maksudnya bahwa adanya Allah itu bukan karena ada yang menciptakan, tetapi ada dengan sendirinya. Jadi wujud Allah itu wajib, dan kita wajib meyakininya.

Pada hakekatnya keyakinan terhadap adanya Allah bagi manusia sudah terjadi ketika manusia itu dilahirkan. Karena secara naluriah sejak dilahirkan, manusia membutuhkan perlindungan atau pertolongan yang sifatnya mutlak. Kecenderungan mencari perlindungan ini disebut “Religious instinct” atau insting keagamaan.

Kepada siapa manusia mencari perlindungan ? Tentu saja kepada yang mengatur jagat raya ini. Zat yang mengatur jagat raya ini sudah pasti di atas segalanya. Akal sehat tidak akan menerima jika alam semesta ini diatur oleh zat yang sama dengan zat yang diatur. Tidak mungkin sebuah kursi diciptakan atau dibuat oleh zat yang bentuknya sama seperti kursi juga. Alam semesta ini diciptakan oleh zat Yang Maha Sempurna. Zat Yang Maha Sempurna itu adalah Allah SWT. Zat Allah adalah sesuatu yang ghaib. Akal manusia tidak mungkin dapat memikirkan Zat Allah. Oleh karena itu, mengenai adanya Allah, kita harus puas dengan apa yang dijelaskan Allah melalui firman-firman-Nya dan bukti-bukti berupa adanya alam semesta ini. Ketika Rasulullah mendapat kabar tentang adanya sekelompok orangyang berusaha memikirkan dan mencari hakekat dari Zat Allah, maka beliau melarang melakukan hal tersebut.

Pada hakekatnya manusia membutuhkan Zat Yang Maha Kuasa tempat berlindung. Semua agama atau kepercayaan pada dasarnya mengakui adanya Tuhan. Bahkan orang yang menyebut dirinya atheis (tidak mengakui adanya Tuhan) sebenarnya langsung atau tidak langsung mengakui adanya suatu kekuatan di luar alam ini, yaitu Zat Yang Maha Kuasa. Firman Allah dalam surat Yunus ayat 12:

#sŒÎ)ur ¡§tB z`»|¡RM}$# •Ž‘Ø9$# $tR%tæyŠ ÿ¾ÏmÎ7/YyfÏ9 ÷rr& #´‰Ïã$s% ÷rr& $VJͬ!$s% $£Jn=sù $uZøÿt±x. çm÷Ztã ¼çn§ŽàÑ §tB br(Ÿ2 óO©9 !$oYããô‰tƒ 4’n<Î) 9hŽàÑ ¼çm¡¡¨B 4 y7Ï9ºx‹x. z`Îiƒã— tûüÏùÎŽô£ßJù=Ï9 $tB (#qçR%x. šcqè=yJ÷ètƒ ÇÊËÈ


 

 

 

Artinya:

“Dan apabila manusia ditimpa bahaya dia berdoa kepada kami dalam keadaan berbaring, duduk atau berdiri, tetapi setelah kami hilangkan bahaya itu daripadanya, dia (kembali) melalui (jalannya yang sesat), seolah-olah dia tidak pernah berdoa kepada kami untuk (menghilangkan) bahaya yang Telah menimpanya. begitulah orang-orang yang melampaui batas itu memandang baik apa yang selalu mereka kerjakan”.

Akal yang sehat tentu menyadari bahwa adanya sesuatu tentu ada yang mengadakannya. Misalnya, adanya makanan di meja makan, tentu ada yang menghidangkannya. Adanya kursi tentu ada yang membuatnya. Pakaian yang kita pakai tentu ada yang manjahitnya. Buku yang kita baca sekarang ini tentu ada yang menulisnya, dan sebagainya. Demikian pula dengan alam semesta ini beserta isinya, pasti ada yang menciptakannya. Ciptaan jagat raya ini pasti Zat Yang Maha Pencipta. Dalam surat Ibrahim ayat 32 Allah berfirman :

ª!$# “Ï%©!$# t,n=y{ ÏNºuq»yJ¡¡9$# uÚö‘F{$#ur tAt“Rr&ur šÆÏB Ïä!$yJ¡¡9$# [ä!$tB ylt÷zr'sù ¾ÏmÎ/ z`ÏB ÏNºtyJ¨V9$# $]%ø—Í‘ öNä3©9 ( t¤‚y™ur ãNä3s9 šù=àÿø9$# y“̍ôftGÏ9 ’Îû ̍óst7ø9$# ¾Ín̍øBr’Î/ ( t¤‚y™ur ãNä3s9 t»yg÷RF{$# ÇÌËÈ


Artinya:

“Allah-lah yang Telah menciptakan langit dan bumi dan menurunkan air hujan dari langit, Kemudian dia mengeluarkan dengan air hujan itu berbagai buah-buahan menjadi rezki untukmu; dan dia Telah menundukkan bahtera bagimu supaya bahtera itu, berlayar di lautan dengan kehendak-Nya, dan dia Telah menundukkan (pula) bagimu sungai-sungai”.

Nabi dan Rasul adalah manusia pilihan yang di utus oleh Allah kepada umatnya. Adanya nabi dan rasul berarti ada yang mengutusnya. Yang mengutus nabi dan rasul adalah Allah SWT.

Hal ini wajib diyakini karena sejak nabi Adam as. sampai dengan nabi Muhammad saw. para rasul tersebut menyampaikan ajaran pokok yang sama, yaitu keimanan kepada Allah, yaitu Tuhan Yang Maha Esa, Tuhan yang Maha Bijaksana. Firman Allah dalam surat An-Nahl ayat 36:

ô‰s)s9ur $uZ÷Wyèt/ ’Îû Èe@à2 7p¨Bé& »wqß™§‘ Âcr& (#r߉ç6ôã$# ©!$# (#qç7Ï^tGô_$#ur |Nqäó»©Ü9$# ( Nßg÷YÏJsù ô`¨B “y‰yd ª!$# Nßg÷YÏBur ïÆ¨B ôM¤)ym Ïmø‹n=tã ä’s#»n=žÒ9$# 4 (#r玍šsù ’Îû ÇÚö‘F{$# (#rãÝàR$$sù y#ø‹x. šc%x. èpt7É)»tã šúüÎ/Éj‹s3ßJø9$# ÇÌÏÈ


Artinya:

“Dan sungguhnya kami Telah mengutus Rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): “Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu”, Maka di antara umat itu ada orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula di antaranya orang-orang yang Telah pasti kesesatan baginya. Maka berjalanlah kamu dimuka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul)”.

Lewat kejadian manusia terbukti bahwa manusia diciptakan oleh Zat Yang Maha Kuasa. Tidak mungkin manusia itu ada dengan sendirinya. Tidak mungkin pula manusia diciptakan oleh makhluk biasa, bahkan makhluk yang luar biasa sekalipun.

Menurut kejadiannya, manusia dijadikan dari bahan yang sederhana dan rendah nilainya, yaitu unsur tanah. Namun, kemudian ternyata manusia menjadi makhluk yang terbaik diantara seluruh makhluk.

Manusia memiliki kelebihan dari segi bentuk jasmani dan rohaninya. Manusia memiliki akal yang dapat membedakan baik-buruk, dapat memanfaatkan alam lingkungan untuk meningkatkan taraf hidupnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar