Jumat, 02 Desember 2011

Muslimah……Hindari LAKNAT Rabbmu!!!


Menjadi fitrah bagi seorang wanita untuk selalu tampil cantik dan menarik. Karena itulah banyak diantara kaum Hawa yang sangat suka berdandan kapan pun dan dimana pun mereka berada. Akan tetapi bagaimana jadinya jika tampil cantik dan menarik itu justru menimbulkan banyak madhorot untuk dirinya?


BERLEBIHAN DALAM BERDANDAN

Seringkali kita melihat banyak wanita yang memperlihatkan kecantikannya di depan khalayak umum. Seperti disengaja, aksi pamer kecantikan tersebut justru dibumbui dengan unsur-unsur dandanan make up yang mencolok. Mulai dengan bibir yang penuh dengan lipstik hingga wajah bertabur bedak tebal, tampaknya memang secara sengaja disajikan demi meraih sebuah predikat “cantik”. Ironisnya aksi seperti ini juga seringkali dilakukan oleh para muslimah. Walau sudah berkerudung, nggak sedikit yang masih menampakkan unsur-unsur kecantikan lahiriyah kepada khalayak ramai. Sudah tentu ini bukan hal yang baik untuk dicontoh sebab Islam melarang para muslimah untuk menampilkan kecantikan dikhalayak ramai/umum.

Fenomena menampakkan kecantikan tubuh dengan dandan berlebihan tidak hanya melanda mereka yang sudah melewati jenjang sekolah atau perguruan tinggi. Banyak siswi SMP dan SMA pula yang sekarang sudah kebablasan dalam berdandan. Saat berangkat sekolah tak sedikit dari mereka yang menghiasi wajah dengan make up tebal. Bibir disulap sedemikian rupa dengan lipstik  sehingga tampil mencolok. Dan yang tak kalah mengkhawatirkan, parfum disemprotkan ke tubuh hingga menimbulkan aroma menggoda bagi yang menghirupnya. Bulu mata dijepit agar terlihat lentik dan eksotik. Padahal tentu tujuan mereka ke sekolah tentu bukan untuk menjadi model kecantikan.

 

AKIBAT SALAH BERDANDAN

Berdandan untuk tujuan mulia seperti seorang istri untuk membahagiakan suaminya tentu sangat dianjurkan. Walau demikian, itu masih perlu aturan. Hendaknya make up dan cara berdandan itu idak membahayakan si wanita. Sebab, make up yang berlebihan digunakan pada wajah bisa membahayakan kesehatan kulit.

Efek negative dari dandan berlebihan yang perlu juga mendapat perhatian adalah meningkatnya kriminalitas terhadap kaum Hawa. Banyak sekali kasus pelecehan seksual yang terjadi bukan hanya karena niat kaum Adam tetapi juga karena kesalahan kaum Hawa dalam menampakkan dandanannya. Ilustrasinya bisa digambarkan seperti ini. Awalnya, si pelaku pelecehan seksual tidak memiliki niat untuk melalukan tindak kejahatan. Akan tetapi karena tergoda oleh penampilan si korban maka muncullah niat jahat untuk melakukan tindakan keji. Dari niat yang tak terkendali itu terlaksanalah perbuatan keji untuk merenggut kehormatan si perempuan.

Perlu juga diketahui jika berlebihan dalam berdandan tak selamanya membuat seseorang menjadi cantik. Jika seseorang salah menggunakan riasan dasar wajah (foundation) bukan tak mungkin kontur wajah dan kerutan-kerutan di wajah akan semakin tampak jelas. Hal ini dikarenakan setiap kulit wajah memiliki kecocokan foundation yang berbeda-beda. Begitupula dengan lipstik. Kesalahan dalam memilih lipstik justru akan menimbulkan iritasi pada bibir. Jika sudah terjadi iritasi, bibir akanmenjadi pecah-pecah dan terasa perih. Alhasil bukan cantik yang didapat, tetapi rasa sakit dan bibir yang tak menarik.

 

BIJAK DALAM BERDANDAN

Berdandan memang tak ada yang melarang apalagi mengharamkannya, Islam juga memerintahkan setiap pengikutnya untuk selalu berdandan agar terlihar rapi dan indah. Tidak hanya untuk perempuan, kaum Adam juga diperintahkan untuk memperhatikan masalah penampilannya. Pernah suatu ketika ada seorang wanita yang mengadu pada Umar bin Khattab tentang suaminya yang tidak menjaga penampilan. Karenanya ia meminta cerai dari sang suami. Oleh Umar si suami ini kemudian diperintahkan untuk mencukur rambut dan kuku serta memperbaiki penampilannya. Beberapa saat kemudian, sang suami dihadapkan pada wanita yang mengadu tadi. Saat itu sang wanita keheranan karena dihadapkan pada sosok laki-laki tampan yang belum pernah dikenalnya. Setelah dijelaskan, sang wanita baru menyadari bahwa laki-laki tampan tersebut adalah suaminya yang dahulu. Setelah itu, ia pun membatalkan rencananya untuk meminta cerai.

Sudah Selayaknya jika seorang muslim dan muslimah itu memperhatikan penampilannya. Sebab, penampilan merupakan aspek pertama yan dinilai oleh orang yang akan didakwahi. Bagaimana mungkin seorang akan menerima dakwah yang disampaikan jika dia sudah tidak respect dengan penampilan sang dai atau daiyah. Akan tetapi, perlu kiranya dijaga adab-adab dalam berdandan. Untuk wanita, hendaknya menghindari tabarruj atau berlebihan dalam berdandan. Akan lebih cantik jika berdandan dengan sewajarnya dihadapan para mahram, bukan dikhalayak ramai. Berdandan boleh pula dilakukan saat bertemu dengan saudara atau teman perempuan lain. Tentu dalam batas-batas kewajaran. Selain itu hendaklah para muslimah menjauhkan diri dari hal-hal yang bisa mendatangkan laknat dari Allah SWT sebagaimana statement Imam Adz-Dzahabi di dalam kitabnya Al Kaba’ir. Diantara perbuatan yang menyebabkan para wanita mendapat laknat adalah menampakkan perhiasan emas dan permata yang ada dibalik pakaiannya, memakai misk, anbar (nama sejenis minyak wangi) dan parfum jika keluar dari rumah, memakai pakaian-pakaian yang dicelup, sarung-sarung sutera dan penutup kepala yang pendek, bersamaan dengan itu dia memanjangkan pakaian, meluaskan dan memanjangkan ujung lengan pakaian. Semua itu termasuk tabarruj yang Allah murkai. Allah murka kepada pelakunya di dunia dan akhirat. Karena perbuatan-perbuatan ini yang banyak dilakukann wanita, Rasulullah bersabda, “…..Aku memandang ke neraka, maka aku melihat kebanyakan penghunnya adalah wanita.” (Riwayat Al Bukhari, At Tirmidzi, Ahmad. Dan hadis ini dishhihkan Al ALbani dalam Shahihul Jami’ 1030).

Marilah kita sebagai muslimah untuk bisa bersikap yang sopan, boleh berdandan asalkan masih dalam koridor Islam. Mari kita jaga tubuh ini agar laknat Allah di akhirat kelak tidak menghampiri kita para muslimah. Amin

(Dwi Yulianti 20090720214, Inspirasi Majalah Elfata Vol 10 Tahun 2010)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar